👽⛓️ | Bambang x Harris / Morgan x Harris

Harris memeriksa ponselnya untuk kesekian kali. Menghela napas, ia kembali menyimpan gawai itu ke dalam saku jaket sebelum meneguk minumannya.

“Masih belum ada kabar dari Morgan?” tanya Bambang yang sedari tadi memperhatikan tingkah Harris.

Lelaki bersurai merah itu menggeleng dengan raut wajah muram. “Aku tau dia sibuk, tapi aku masih berharap paling nggak dia chat aku.”

“Jujur, aku nggak yakin dia inget kalo hari ini kamu ulang tahun, Ris,” ujar Bambang hati-hati.

“Aku rasa kamu bener ....”

“Hei, jangan pasang muka sedih gitu. Ini hari ulang tahun kamu, kita ada di sini buat seneng-seneng. Come, let's dance.” Bambang menarik tangan Harris, mengajaknya ke lantai dansa.

Harris sedikit terhuyung. “Bam, pelan-pelan.”

Come on, show me your best move. Siapa tau kalo kamu bisa bikin aku kagum, aku bakal ngizinin kamu buat nyium aku.” Bambang mengedipkan sebelah matanya.

Entah karena suasana hati yang kurang baik atau karena alkohol dalam sistem tubuhnya, Harris membawa tubuhnya mendekat. Meletakkan kedua tangannya di pinggang Bambang untuk menjaga keseimbangan, ia berjinjit lalu berbisik di telinga yang lebih tua, “Kagum atau nggak, kamu bakal tetep ngizinin aku nyium kamu.”

Yeah?” sahut Bambang dengan suara berat. Jarak antara bibir mereka hanya tersisa beberapa inci sekarang.

Yeah.”

So what are you waiting for? Kiss me, birthday boy.”

Gladly,” ucap Harris sebelum memejamkan mata dan mempertemukan bibir mereka.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Lama-kelamaan, kecupan kecil yang diberikan Harris berubah menjadi ciuman panjang yang semakin menuntut.

Dalam hati Bambang terkekeh.

See, Morgan ... you messed with my boyfriend, now I'm messing with yours. Sorry, not sorry.

Memastikan Harris masih terpejam, perlahan Bambang mengambil ponsel dari saku celananya.

Click.

***