Polyamory 🥃 🔍 🎵

“Mas Juna, itu Mas Dewa kenapa? Ngeri banget senyum-senyum sendiri, kesurupan kah?”

“Saya dengar ya, Bima,” ujar Sadewa tanpa menoleh dari layar ponselnya.

“Paling juga lagi chat sama Nakul atau Yudis itu,” Arjuna yang sedang mencoba meracik minuman bersama Bima di mini bar menjawab.

“Oh, Yudis cantik gue apa kabar?”

Sadewa berhenti mengetik, tatapan tajamnya diarahkan pada lelaki termuda di ruangan itu. “Siapa yang kamu sebut ‘cantik gue’?”

“Hehehe ... maaf. Ya elah, posesif amat dah.”

“Eh tapi wajar sih posesif kalo punya pacar spek bidadari plenger kayak Yudis sama Nakul. Lengah dikit bisa-bisa dikarungin, dibawa pulang,” komentar Arjuna. “Nggak tau tuh Sadew pergi ke dukun mana sampe bisa dapet dua-duanya.”

“Gue lah orang yang bakal ngarungin dan bawa pulang itu.”

Arjuna memasukkan beberapa ice cube ke dalam gelas. “Nanti gua bantuin, soalnya gua juga mau. Cobain, Bim.”

Bima mengambil gelas yang disodorkan Arjuna lalu menyeruput isinya. “Bleh.” Ia mengernyit. “Emang masalah racik minuman mending kita serahin ke Mas Dewa aja.”

“Lidah lu yang nggak cocok sama masterpiece gua. Selera lu jelek!”

Sadewa yang melihat interaksi keduanya menggelengkan kepala. “Whatever.” Ia mengalihkan fokusnya kembali ke ruang obrolannya dengan Nakula.

***