🥃🎵 | BeerNote
“Bodoh.”
“Diem, aku nggak butuh komentar kau. Pulang sana!” Yudistira melempar salah satu bantalnya sekuat tenaga ke arah orang yang berdiri tak jauh darinya, berdecak ketika sang target tetap bergeming.
“Ya apa namanya kalau bukan bodoh?” Memungut bantal yang dilempar Yudistira, laki-laki bernama Sadewa itu melangkah mendekat. “Lari-lari padahal nggak ada yang ngejar, kesandung kaki sendiri, terus jatuh.”
Sadewa menyimpan bantal di tangannya, menumpuknya dengan bantal lain yang digunakan Yudistira untuk bersandar.
Menyadari wajahnya dan Sadewa semakin dekat, Yudistira beringsut mundur. Ia menelan ludah saat lelaki berkulit tan itu menatapnya lekat kemudian mengelus pipinya.
“Kamu jangan ceroboh terus gitu, Cantik. Saya yang stres kalo kamu kenapa-kenapa,” ucap Sadewa pelan.